September 8th, 2010

Efect Bass

Posted by admin| On February 2nd, 2009
Category : Index, Tutorial | Popularity: 39%

Pada edisi sebelum ini saya sudah membahas sedikit tentang efek bass jenis stompbox (mobil-mobilan), dan pada kali ini saya akan menyinggung sedikit tentang efek bass tipe digital atau multi efek atau ada juga yang menyebut digital multi efek dan banyak sebutan lainnya dengan maksud yang sama.

Adapun penggambaran dari digital multi efek ini adalah beberapa efek yang berkumpul disatu tempat dengan beberapa simulasi serta sekian macam synthesizer dimana masing-masing mempunyai fasilitas yang sama seperti EQ, Delay – Reverb, Drive, Compresor, Gain, Chorus, dan lainnya yang mana satu jenis fasilitas bisa kita utak-atik kadarnya atau settingannya.

Pada beberapa merk multi efek tertentu ada yang menambahkan fasilitas rhytm (preset), dimana kita bisa latihan sambil di iringi pattern drum yang ada di effect itu. Biasanya pilihan jenis rhytm-nya lumayan banyak, antara 30 sampai 100 –an macam irama drum. Tergantung masing-masing tipe atau merk dari digital multieffect tsb. Bahkan ada juga merk yang menawarkan multieffect yang bisa merekam suara bass yang kita mainkan dan lamanya berdasarkan jumlah bar bukan waktu (menit).

Bentuk atau body dari efek yang satu ini cukup beragam, ada yang dibuat khusus untuk latihan dengan ukuran kecil sehingga bisa kita pasang di strap, sampai untuk pentas (floor) dan model rack system (di pasang di rak), dengan isi yang sangat beragam tergantung tipe dan juga harganya (tentunya).

Karena itu diperlukan sedikit kejelian kita, untuk memilih efek sesuai dengan kebutuhan.

Selama ini saya sering mendengar pertanyaan seperti “effect bass apa yang bagus ?” atau “apakah efek A lebih bagus dari efek B?”dan pertanyaan seputar kecanggihan sebuah efek.

Ini memang pertanyaan yang sederhana, akan tetapi butuh jawaban yang sangat panjang baik secara teknis maupun non teknis. Mungkin pada saat kita membahas jawaban dari pertanyaan – pertanyaan tersebut, bisa jadi di saat yang sama pabrik dari effect bass di luar negri sedang memproduksi effect bass jenis baru. Sehingga kalau kita hanya mengejar teknologi-nya, maka yang terjadi adalah kita akan selalu dibuat tercengang terus menerus pada saat produk-produk baru bermunculan, sementara yang lama belum kita kuasai secara maksimal.

Menurut saya positif-positif saja kalau teman-teman ingin tahu perkembangan teknologi khususnya digital multi efek, hanya saja perlu kita ketahui bahwa produk baru belum tentu lebih cocok dengan selera kita di dalam berkarya, kecuali jika dari produk baru tersebut kita menemukan yang selama ini kita cari..

Pada dasarnya menurut pengamatan dan pengalaman saya selama ini, yang namanya produk baru itu berarti bertambahnya fasilitas-fasilitas, atau penggabungan fasilitas seperti efek, tunner, pedal wah wah, pedal volume jadi satu, atau effect dan recorder jadi satu, atau penambahan connector seperti midi in-out, dua input (untuk 2 bass), USB (untuk effect yang gabung dengan recorder), dll.

Sedangkan untuk karakter suara dari tiap-tiap sound efek maupun simulasi ampli ataupun synthesizer, tetap selera kita yang menentukan, jadi bukan berarti yang namanya barang baru terus kita cocok dengan karakter suaranya, belum tentu.

Menurut pengalaman saya, selama kita mengerti bagaimana cara mengoperasikan efek tersebut yaitu fasilitas-fasilitas yang terdapat di dalamnya secara maksilmal dan tidak ada yang terlewatkan, maka kita akan lebih tahu mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak. Sehingga kita tidak akan menjadi sekedar ‘korban mode’ sebuah efek, atau di cap ‘cuma ngikutin trend’, tanpa tahu kegunaannya.

Saya akan memberi gambaran bagaimana mencari sebuah sound di digital efek. Sebut saja   kita memilih satu jenis sound efek katakanlah namanya funk…dimana didalamnya terdapat EQ, Delay/Reverb, Compressor, Gain, Volume, Chorus, dll.

Step pertama misalkan kita pilih EQ, kemudian di dalam EQ terdapat pengaturan frekuensi seperti Khz, Hz, Db, dan bass – middle – treble – presence – enchancer atau mungkin ada mid low dan mid Hi-nya, setelah itu kita utak-atik satu persatu sampai pas menurut kita. Baru selanjutnya setelah EQ selesai, kita pindah ke Delay/Reverb dimana di dalamnya terdapat Delay time, Dry, Wet, dll…kemudian di utak-atik lagi, kemudian pindah ke compressor dan seterusnya.

Hal ini tentunya sangat membutuhkan kesabaran dan waktu yang khusus sampai sound efek funk sudah sesuai seperti yang kita inginkan, dan hal-hal ini akan sangat cepat kita kerjakan jika kita mengerti semua fungsi fasilitas-fasilitas yang telah saya sebut di atas.

Biasanya kita juga ingin membandingkan antara sound effect funk dengan yang lainnya, katakanlah antara funk 80’s atau funk jazzy dan lainnya yang mungkin masih puluhan bahkan ratusan jumlahnya dan masing-masing di dalamnya terdapat fasilitas-fasilitas yang sama, seperti EQ, Delay/Reverb, dll. Nah, kalau kita kurang mengerti ‘pernak-pernik’ yang terdapat di dalamnya, ini akan menjadikan hasilnya kurang maksimal, atau yang lebih parah kita bingung mau pilih fasilias yang mana.

Bagi teman-teman yang menggunakan efek di dalam berkarya maupun pentas, saya sarankan pada waktu setting efek, maksimalkan settingan tersebut di rumah atau pada saat latihan untuk menge-test hasilnya. Sebab kalau di panggung kita baru menyadari bahwa settingan tersebut belum maksimal, maka akan sulit jadinya bagi kita untuk memperbaiki settingan efek tersebut. Dikarenakan situasi panggung yang sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita untuk mengutak-atik fasilitas ataupun fungsi-fungsi yang terdapat di dalam sebuah efek. Adapun yang bisa kita lakukan paling-paling hanya mengutak-atik volume di effect ( itupun kalau sempat).

Karenanya sangat penting bagi mereka yang suka kegiatan mengutak-atik efek untuk mengetahui dan mengerti fungsi fungsi dari fasilitas yang terdapat didalam sebuah efek. Dan tentunya kegiatan mengutak-atik sound akan sangat mengasyikan kalau kita menguasai fungsi dari fasilitas-fasilitas yang ada.

Konsep ‘all in one’ memang masih menjadi andalan utama dari digital multi efek untuk menggaet pembeli, kemudian baru kualitas sound-nya disusul fasilitas-fasilitas lainnya. Adapun keunggulan digital multieffect lainnya yaitu praktis (tidak ribet) dan mudah di bawa kemana-mana, karena bentuk body-nya yang di disain ramping.

Dan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, ada juga beberapa teman-teman bass player yang memadukan antara effect jenis stompbox dan digital multieffect, ini sah-sah saja dan terserah selera masing-masing.

Sementara itu untuk keperluan rekaman, bisa langsung dari effect ke recorder (komputer atau analog), hanya saja saya sarankan kalau teman-teman ingin rekaman direct dari effect ke recorder (alat rekam) sebaiknya menggunakan effect yang jadi satu dengan pre-amp, agar gain-nya bisa maksimal.

Mungkin pada kesempatan berikutnya saya akan membahas secara lebih detail tentang salah satu effect merk tertentu plus CD Audio-nya.

OK, selamat mencoba dan …….IT’S ALL ABOUT BASS, BABY !

by : Arya Setyadi

Both comments and pings are currently closed

Comments are closed.

Banners
Polling

Gimana nih tampilan baru?

View Results

Loading ... Loading ...
poto poto dunk BH on stage IMG_2117 onti andy kuru Lg nulis-nulis DSC_3339 DSC_1530 ichal pada bass streetbass 2 IMG_5438 IMG_8726 IMG_6792 call made (madeaditya@yahoo.com) if you wanna buy this pic gila-gilaan _DSC1095 IMG_7884 apaan tuuuuhh BigFamily DSC_1480 DSC_1776
Ask about wiring....
diposting oleh : naufal6161

[JUAL] :Fender American Standard Jazz Bass (50th Aniversary)....
diposting oleh : jazz_theo

Squire vintage modified jazz bass....
diposting oleh : 5stringers

hati2 saat menandatangani kontrak dgn perusahaan rekaman....
diposting oleh : BuConk

[wta] softcase....
diposting oleh : cipruk

Buka bareng Street Bass 2010....
diposting oleh : riomanadona

[JUAL] : Rockwell RJB21, Mulus....
diposting oleh : rizki27sadi


Forum Statistic

31,413 Members
3,726 Threads
64,662 Posts
47 Polls

Mo ikutan? gabung aja kesini Jangan ngaku bassist kalo belum gabung!